NEW JERSEY, TONAKODI – Tim nasional Spanyol berhasil mengunci gelar Spanyol Juara Dunia 2026 setelah menaklukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada laga final di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Senin 20/07. Gol tunggal kemenangan La Roja dicetak oleh Ferran Torres pada menit ke 105 melalui skema serangan balik cepat yang mematikan di masa babak tambahan waktu. Kemenangan dramatis ini memastikan tim asuhan Luis de la Fuente membawa pulang trofi emas paling bergengsi untuk kedua kalinya.

Pertandingan berlangsung sangat sengit sejak menit awal dengan penguasaan bola yang cukup berimbang bagi kedua kesebelasan. Spanyol mendominasi 52 persen aliran bola sementara Argentina terus memberikan tekanan melalui serangan balik cepat yang dipimpin oleh kapten mereka. Keberhasilan Spanyol Juara Dunia 2026 ini menjadi trofi kedua mereka setelah sebelumnya meraih kesuksesan serupa pada edisi 2010 silam.

“Saya hanya berpikir untuk menendang sekeras mungkin. Umpan Dani Olmo luar biasa, dan saya tahu ini adalah momen yang akan mengubah hidup saya,” kata Ferran Torres, penyerang Spanyol.

Gol bersejarah tersebut bermula dari keberhasilan Rodri memotong aliran bola di lini tengah sebelum memberikannya kepada Pedri dengan sangat tenang. Bola kemudian mengalir cepat ke arah Dani Olmo yang melepaskan umpan terobosan akurat ke jantung pertahanan lawan yang mulai tampak kelelahan. Ferran Torres yang lepas dari kawalan sukses menyarangkan bola ke pojok kiri gawang untuk memastikan status Spanyol Juara Dunia 2026.

“Kami sudah berjuang sampai akhir. Satu momen kecil menentukan segalanya. Saya bangga dengan tim ini,” kata Lionel Messi, kapten Argentina.

Otoritas sepak bola dunia FIFA mengonfirmasi bahwa tim pemenang berhak membawa pulang hadiah uang tunai sebesar USD 42 juta sebagai apresiasi prestasi tertinggi. Kemenangan ini sekaligus menegaskan dominasi generasi muda Spanyol di kancah sepak bola internasional yang tampil sangat solid sepanjang turnamen digelar. Penampilan disiplin di lini belakang membuat Argentina kesulitan mencari gol penyeimbang hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit.

“Kami tahu pertandingan akan ketat. Gol Ferran adalah hasil kerja keras kolektif. Ini sejarah baru bagi sepak bola Spanyol,” kata Luis de la Fuente, pelatih Spanyol.