PALU, TONAKODI.ID – Anggota DPRD Kota Palu dari Daerah Pemilihan Palu Selatan–Tatanga, Sucipto S Rumu, melaksanakan Kunjungan Kerja Daerah Pemilihan (Kundapil) tahun 2025 di jalan Anggur, kelurahan Boyaoge, Jumat (28/11/2025).

Kegiatan ini merupakan agenda rutin wakil rakyat untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja yang berasal dari aspirasi masyarakat saat reses di dapilnya.

Sucipto menjelaskan bahwa Kelurahan Boyoge tetap menjadi fokus perhatian karena banyaknya usulan warga yang telah dan sedang dikerjakan.

Ia menyebut pembangunan Jalan Anggur 4 sebagai salah satu program baru yang berasal dari usulan murni serta Pokok Pikiran (Pokir) dirinya. Selanjutnya, drainase di Anggur 1 juga telah diselesaikan yang merupakan pekerjaan dari dana teknokrat berdasarkan usulan darinya, dan beberapa kelompok warga di Boyaoge mendapat bantuan sesuai aspirasi yang sebelumnya disampaikan.

Sejumlah usulan lain masih menunggu tindak lanjut pemerintah. Salah satu aspirasi yang sudah terealisasi adalah percepatan pembangunan Kantor Lurah Boyaoge, yang sebelumnya menjadi permintaan warga dan tokoh masyarakat setempat.

Menurut Sucipto, tanpa dorongan dari masyarakat dan DPRD, program pembangunan sulit menjadi prioritas pemerintah. Ia menambahkan bahwa mekanisme penganggaran membutuhkan waktu panjang.

Banyak aspirasi yang diterima dalam reses sudah diteruskan, namun dapat terealisasi beberapa tahun kemudian. Usulan tahun 2025, misalnya, diperkirakan terealisasi pada 2027.

Dalam rapat Badan Anggaran (Banggar), Sucipto mengungkapkan bahwa anggaran pokir yang sebelumnya Rp1 miliar kini hanya Rp750 juta. Pengurangan ini menyebabkan beberapa program terpaksa dicoret meski sudah disetujui. Ia berharap penyesuaian anggaran dapat dilakukan lewat Anggaran Belanja Tambahan (ABT), disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.

Lurah Boyaoge dalam kesempatan itu juga menyampaikan bahwa sejumlah titik pembangunan yang sudah berjalan akan tetap dilanjutkan. Ia menambahkan bahwa usulan baru akan kembali dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang digelar setiap Desember.

Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Palu menyebut sumber dana pembangunan terdiri dari empat skema, yaitu APBN melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), dana teknokrat hasil Musrenbang kota, dana CSR perusahaan, serta dana pokir anggota DPRD. Program perbaikan jalan perkotaan, sanitasi, dan bantuan bedah rumah sebagian besar dikerjakan melalui kombinasi pendanaan tersebut.MS