YOGYAKARTA, TONAKODI – Rekaman video perdebatan panas antara Wakil Rektor UNY Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan Hukum, Siswanto, dengan Aliansi Mahasiswa UNY menjadi viral di media sosial. Dalam video tersebut, Siswanto terlihat menolak pemasangan spanduk kritik dan menyebut atribut aksi mahasiswa tersebut sebagai sampah yang mengotori pandangan.

Aksi yang berlangsung pada Rabu (24/06) ini dilakukan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Garda Biru UNY untuk memprotes sejumlah kebijakan kampus. Para mahasiswa menolak rencana pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kebijakan triple gate, hingga tes kesehatan bagi mahasiswa baru di Universitas Negeri Yogyakarta tersebut.

“Itu sampah, tanya temen-temennya itu bersih atau kotor, kotor itu mas. Banyak orang yang menyatakan bersih itu yang gak waras menurut saya, kotor itu,” kata Siswanto, Wakil Rektor Bidang SDM dan Hukum UNY dalam potongan video viral berdurasi 1.33 menit itu.

Siswanto juga menegaskan bahwa spanduk yang dipasang di area rektorat tersebut tidak pantas berada di sana karena dianggap mengotori lantai dan pemandangan. Selain itu, Wakil Rektor UNY ini sempat mempertanyakan kebenaran data mahasiswa mengenai keberadaan proyek SPPG di lingkungan kampus tersebut.

Awalnya, Aliansi Mahasiswa UNY berencana menggelar aksi teatrikal di area tangga Gedung Rektorat dan memasang spanduk di balkon. Namun, karena tidak diperbolehkan memasuki area gedung oleh pihak keamanan, massa akhirnya memindahkan aksi ke depan gerbang utama kampus.

Di depan gerbang utama, mahasiswa tetap melanjutkan agenda mereka dengan melakukan orasi, pembacaan puisi, hingga aksi teatrikal. Mereka menganggap pernyataan Wakil Rektor UNY tersebut mencederai ruang kebebasan berekspresi di lingkungan perguruan tinggi yang seharusnya menjunjung tinggi dialog akademik.

Hingga Jumat (26/06), pihak rektorat Universitas Negeri Yogyakarta belum memberikan keterangan resmi atau rilis kronologi lengkap terkait insiden tersebut kepada publik. Video perdebatan ini terus menuai beragam tanggapan dari civitas akademika dan masyarakat luas di platform Instagram.*/HW