CILEGON, TONAKODI – Penunjukan Mufli Budi Ananda sebagai Komisaris PT Krakatau Posco memicu kontroversi di kalangan publik pada 27/06/2026. Sosok yang dikenal sebagai asisten pribadi Raffi Ahmad ini resmi masuk jajaran dewan pengawas perusahaan baja raksasa di Cilegon tersebut. Masyarakat mempertanyakan standar kompetensi serta rekam jejak profesionalnya di industri berat.
Mufli bergabung dalam susunan Dewan Komisaris bersama Komisaris Utama Brigjen TNI Bambang Sudono Sastroprawiro. PT Krakatau Posco sendiri merupakan perusahaan patungan strategis antara PT Krakatau Steel dan POSCO asal Korea Selatan. Kapasitas produksi pabrik baja terpadu ini mencapai angka 3 juta ton baja per tahun.
Riwayat pendidikan Mufli Budi Ananda tercatat sebagai lulusan D3 Teknik Listrik Politeknik Bunda Kandung Jakarta angkatan 2010. Ia sempat melanjutkan studi S1 Teknik Industri di Institut Sains dan Teknologi Nasional namun mengundurkan diri pada 2019. Pengalaman kerjanya lebih banyak dihabiskan mendampingi aktivitas bisnis selebritas Raffi Ahmad sebelum terjun ke dunia politik.
“Secara struktur, posisi komisaris memiliki fungsi utama dalam hal pengawasan, pemberian arahan strategis, serta memastikan tata kelola perusahaan berjalan sesuai dengan tujuan bisnis,” tulis keterangan resmi perusahaan mengenai peran dewan pengawas.
“Jujur ini paling gong. Asistennya Raffi Ahmad jadi Komisaris Krakatau Posco. Ini tidak tahu kok bisa, jalurnya seperti apa,” kata Ferri Nuzarli, salah satu warga yang memberikan komentar publik terkait penunjukan tersebut.
Penunjukan Mufli Budi Ananda dinilai tidak lazim mengingat latar belakangnya yang jauh dari operasional industri baja terpadu. Meskipun demikian, ia tetap sah secara formal mengemban amanah untuk mengawasi jalannya perusahaan besar tersebut. Kasus ini menambah daftar panjang sorotan publik terhadap fenomena relasi personal dalam pengisian jabatan strategis di Indonesia.