NEW JERSEY, TONAKODI – Langkah tim nasional Brasil tersingkir dari Piala Dunia 2026 secara mengejutkan setelah kalah 1-2 dari Norwegia pada laga 16 besar di MetLife Stadium, 05/07. Dua gol Erling Haaland hanya mampu dibalas lewat penalti Neymar pada menit akhir pertandingan. Kegagalan ini memicu gelombang kritik tajam terhadap manajemen tim dan performa pemain di lapangan.

Media Brasil melabeli penampilan tim asuhan Carlo Ancelotti tersebut sebagai tindakan pengecut dan memalukan di panggung internasional. Keputusan taktis sang pelatih menjadi sorotan utama karena dianggap tidak mampu mengimbangi dominasi fisik lawan. Kekalahan ini memastikan Brasil tersingkir dari Piala Dunia 2026 dan memperpanjang kegagalan mereka di fase gugur.

Legenda sepak bola Ronaldo Nazario secara terbuka mengkritik keras kebijakan pemilihan pemain yang dilakukan Ancelotti. Ronaldo mempertanyakan alasan tidak dipanggilnya Joao Pedro yang sedang dalam performa puncak di kompetisi klub. Ia juga menyayangkan minimnya menit bermain bagi bintang muda Endrick dalam turnamen Piala Dunia 2026 kali ini.

“Carlo Ancelotti adalah salah satu pelatih terbaik dalam sejarah, tapi malam itu ia membuat terlalu banyak kesalahan,” kata Ronaldo Nazario, Legenda Brasil.

Ancelotti dinilai terlalu mengandalkan pemain senior seperti Casemiro dan Danilo yang sudah berusia 34 tahun. Kelelahan fisik para pemain veteran tersebut membuat lini pertahanan Selecao mudah ditembus oleh serangan balik cepat Norwegia. Fakta Brasil tersingkir dari Piala Dunia 2026 ini menambah daftar panjang kegagalan tim sejak terakhir kali juara pada 2002.

“Saya tidak mengerti mengapa Joao Pedro tidak masuk skuad. Endrick membawa energi setiap kali masuk, tapi ia lebih banyak duduk di bangku cadangan,” kata Ronaldo Nazario, Legenda Brasil.

Kini posisi Carlo Ancelotti berada di bawah tekanan besar dari publik dan federasi sepak bola Brasil. Kegagalan meramu komposisi pemain muda dan senior menjadi titik krusial yang menyebabkan Brasil tersingkir dari Piala Dunia 2026. Brasil kini harus bersiap menghadapi periode evaluasi total demi menatap kompetisi internasional di masa depan.