NEW JERSEY, TONAKODI – Fenomena Messi Mandek di Final menjadi sorotan utama setelah Argentina dipaksa menyerah 0-1 dari Spanyol pada partai puncak Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, Senin (20/07). Gol tunggal Ferran Torres di babak perpanjangan waktu memastikan Spanyol merengkuh trofi juara dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah.
Pertandingan yang berlangsung di East Rutherford ini berjalan sangat sengit dengan dominasi penguasaan bola oleh Spanyol mencapai 65 persen. Argentina yang menyandang status juara bertahan justru kesulitan mengembangkan permainan dan hanya mencatatkan dua tembakan tanpa satu pun yang mengarah ke gawang lawan.
Kondisi semakin memburuk bagi Albiceleste ketika Enzo Fernandez harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu kuning kedua pada menit menit krusial. Kekurangan pemain membuat skuat asuhan Lionel Scaloni kehilangan ritme untuk mengejar ketertinggalan hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit.
“Timnas Spanyol resmi dinobatkan sebagai kampiun Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan juara bertahan Argentina dengan skor tipis 1-0,” tulis laporan resmi FIFA.
Ferran Torres muncul sebagai pahlawan bagi publik Spanyol lewat golnya pada menit ke-106 setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol selama 90 menit waktu normal. Kemenangan ini sekaligus mengakhiri dahaga gelar juara dunia bagi Spanyol setelah menanti selama 16 tahun sejak edisi 2010.
“Penyerang Ferran Torres muncul sebagai pahlawan melalui gol tunggalnya di menit ke-106,” tulis narasi kemenangan Spanyol dalam laporan jurnalis di lokasi pertandingan.
Kekalahan ini memutus ambisi Argentina untuk meraih gelar juara berturut turut setelah kemenangan mereka pada edisi 2022 silam. Situasi Messi Mandek di Final memicu spekulasi mengenai masa depan sang kapten di kancah internasional setelah gagal membawa negaranya mempertahankan takhta tertinggi sepak bola dunia.
Disiplin pemain Argentina juga menjadi sorotan tajam setelah mereka melakukan 24 pelanggaran dan mengoleksi tujuh kartu kuning sepanjang laga panas tersebut. Leandro Paredes bahkan mendapatkan kartu merah langsung setelah pertandingan berakhir akibat melakukan protes keras yang tidak perlu kepada ofisial pertandingan.