Palu, TONAKODI – Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (PORSEROSI) Kota Palu sukses menggelar Lomba Sepatu Roda Palu sprint 100 meter pada Minggu pagi di Jalan Penggaraman Talise. Acara ini diikuti oleh 23 peserta dari tiga kategori berbeda, bertujuan menjaring bibit atlet muda berbakat di ibu kota Sulawesi Tengah.

Tiga kategori utama dipertandingkan dalam acara ini: kategori Pemula, kategori A untuk tahun kelahiran 2017–2020, serta kategori B untuk tahun kelahiran 2014–2017. Mengusung tema “Penuh semangat dan energi, meluncur cepat untuk meraih prestasi”, ajang ini memicu antusiasme tinggi dari para peserta.

Sebanyak 23 peserta unjuk gigi, memamerkan kelincahan mereka di lintasan. Sejak bendera start dikibarkan, keseruan langsung pecah di setiap kategori, menandai dimulainya kompetisi sengit. Setiap babak dalam kompetisi ini dirancang untuk menguras fisik dan fokus para atlet muda.

Kompetisi dibagi dalam tiga babak yang menantang. Babak pertama menuntut peserta memacu kecepatan untuk mencatatkan waktu terbaik (time trial). Empat roller tercepat kemudian disaring untuk melaju ke babak kedua, di mana mereka saling berhadapan secara langsung (head-to-head).

Puncak ketegangan terjadi di babak Final, saat dua peserta tersisa beradu cepat secara linear demi mengamankan podium juara satu, dua, dan tiga. Momen ini menjadi penentuan siapa yang berhak membawa pulang medali dari ajang bergengsi ini.

Ketegangan tidak hanya milik para atlet cilik yang melesat di lintasan. Di pinggir trek, para orang tua tampak tak kalah tegang, bersorak, mengepalkan tangan, dan menahan napas menyaksikan buah hati mereka melaju kencang di atas roda.

Ketua Porserosi Kota Palu, Sarfan, menegaskan bahwa ajang ini merupakan langkah konkret untuk menjaring bibit-bibit atlet muda berbakat asal Kota Palu. Lomba Sepatu Roda Palu ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi perkembangan olahraga sepatu roda daerah.

“Harapan kedepannya adalah Melihat banyaknya klub sepatu roda yang mulai tumbuh. Kami tidak akan berhenti di sini. Setelah ini, kami juga berencana merambah ke kegiatan skateboard,” kata Sarfan, Ketua Porserosi Kota Palu, optimistis.

Meski demikian, Sarfan tidak menampik adanya tantangan besar di sektor infrastruktur. Hingga saat ini, Kota Palu belum memiliki sirkuit atau arena yang representatif untuk pusat latihan maupun kompetisi resmi. Beruntung, secercah harapan muncul lewat dukungan finansial dari Pemerintah Kota Palu.

“Kami sedang mengupayakan pembangunan atau renovasi infrastruktur pada tahun depan, memanfaatkan dana stimulan pembinaan yang kami dapatkan,” kata Sarfan, Ketua Porserosi Kota Palu.

Harapan serupa diapungkan oleh Ramli, salah satu orang tua peserta. Meski anaknya baru berlaga di kelas pemula, ia mengaku bangga melihat adanya wadah positif seperti Lomba Sepatu Roda Palu ini.

“Semoga ke depannya pemerintah memberikan perhatian lebih, terutama untuk perbaikan arena yang permanen (paten). Kita butuh fasilitas layak agar anak-anak bisa lebih berprestasi dan mampu mewakili Sulawesi Tengah di kancah nasional,” kata Ramli, salah satu orang tua peserta.

Agenda balapan ini juga mendapat atensi khusus dari para petinggi olahraga daerah. Selain Sarfan, tampak hadir Sekretaris Porserosi Provinsi Sulawesi Tengah, Hendra Iskandar, serta Ketua Harian KONI Kota Palu, Akram Agus. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap Lomba Sepatu Roda Palu ini.

Secara keseluruhan, gelaran sprint 100 meter ini sukses memantik api semangat para atlet muda. Sebagai bentuk apresiasi, para peraih podium berhak membawa pulang medali, sertifikat, dan uang pembinaan. Sementara itu, seluruh partisipan lainnya tetap dianugerahi sertifikat penghargaan sebagai pemacu motivasi.